Catper 3 - Jangan Makan Jika Tidak Kerja
April 15th, 2008 by sandrabrailRabu, 27 Februari 2008
Hari ini, teamku (Aku, Dwiyono dan Andien) dapat jadwal pagi, karena pagi ini kami harus ketemu anak SDN 06 yang sedang olahraga. Andien pesan, model sekolahnya sih biasa saja, cuman anak walikota Manado, yang katanya mantan Kepala Satpol PP, sekolah disana. Dan agak susah masuk karena sering ada kejadian produk sample yg dibagi sudah mendekati kadaluarsa. Lah hal ini kan tidak berlaku di Pocari Sweat. Dan karena audiensnya anak SD, sudah otomatis yang presentasi adalah daku, spesialis presentasi di anak kecil, yah itung-itung ngajar Sekolah Minggu lagi.
Begitu sampai, ternyata "pasien" kami sudah olahraga. Mulai deh persiapan segala macamnya. Karena mereka duduk berbaris secara melebar, maka aku berteriak, " Dik, merapat duduknya". Dan tidak ada satupun yang bergerak, sampai aku ulang beberapa kali. Melihat aku yang kebingungan, guru olahraganya langsung bilang, " Mbak, mereka tidak mengerti merapat, itu kata kalau ada kapal di pelabuhan mau bersandar di dermaga". My God !!! Salah ambil kosakata neh, kemudian gurunya berteriak, " Anak-anak berdekatan , hayoo cepat!" Dan merekapun bergerak duduk saling berdekatan. Huahahahaha ….. belum mulai presentasi dah digojlok dulu sama mereka.
Usai presentasi, dapat berkat dari guru-gurunya, tapi biasa, tukar dengan kaleng Pocari juga sih ! Dapat dodol khas Manado, dibungkus dengan daun janur yang lebih lebar dan kuning keras daripada di Jawa. Rasanya mantap man ! Rasa coklatnya terasa sekali dan ada kenarinya. Suka deh … dan pengen lagi, karena kemarin cuman dikasih 3 bungkus dan dibagi 3 orang jadinya cuman dapat sebungkus hehehe. Daun janur disini selain dibuat membungkus dodol, juga dibuat bungkus nasi kuning. Nasi kuning nya tidak menggumpal, tapi cenderung " ampyar", masing-masing bulir nasi terpisah, dan ada yang khas yaitu lauknya ikan nyam nyam hehehe …..
Anak kecil dimana-mana sama saja, begitu kami berkemas-kemas hendak pulang, mereka berkerumun di dekat kami. Salah satunya mulai bercerita. Pernah ke Bandung dan tahu persis di mana pabrik Pocari yang di Sukabumi. Wah rupanya mulai tenar juga neh di Manado hehehe. Tujuan berikutnya adalah RS Kandau, tempatnya dekat Malalayang, tempat kami makan ikan kemarin. Dalam perjalanan, aku melihat di tiap titik lampu merah, bersih dari pengamen dan pengemis. Wah keren juga nih Manado, tidak seperti di Bandung, yang tiap titik lampu merah penuh dengan berbagai kaum papa yang menandakan kemiskinan dan kurang perhatiannya pemerintah. Andien kemudian cerita, bahwa di orang Manado pantang meminta-minta tanpa didahului dengan usaha atau kerja. Bila kita memberi uang kepada pengemis, mereka akan memberi kita sebungkus kecil kacang atau snack.
Tibalah kami di RS Kandau. Cukup besar juga, aku menduga besarnya hampir sama dengan RS Dr Soetomo di Surabaya. Mereka juga sedang dalam taraf renovasi juga. Untuk ruang VIP baru tampaknya. Segera kami menuju ke bagian UGD nya. Aku mendengar gosip kalau Andien agak trauma masuk UGD, karena itu aku ingin sekalian ngetest dan memberikan contoh ke Andien, bahwa UGD tidak menakutkan. Saat menunggu di ruang tunggu UGD, ada seorang bapak yg menuntun orang buta menuju ke arah kami duduk. Dengan pelan dan lirih , bapak tersebut berkata ke kami, " Jual kacang ". Aku yang sedang duduk dengan Dwiyono menunggu Andien, bingung, tapi refleks, Dwi ngasih uang gocap ke bapak tersebut. Begitu uang diterima, Dwiyono diberi sebungkus kecil kacang tanah goreng. Ampun deh …. baru saja diomongin Andien, kita langsung dapat pengalaman ketemu pengemis yang nawarin untuk beli kacang dulu sebagai kedok dia meminta-minta. Mungkin karena ada ayat di Alkitab yang mengatakan, jangan makan kalau tidak kerja, sehingga mereka mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan nawarin kacang dulu untuk meminta uang. Haleluya !
Kelar dari RS Kandau, kami makan siang dulu. Sesuai permintaan Dwiyono, yang tidak makan ikan lagi hehehe, akhirnya kami makan masakan Padang. Disini ketemu urap dan sambal goreng hati, jadi kangen rumah deh. Pada saat lagi enak-enak makan, ada seorang kakek yang nawarin satu bungkus kresek kecil berisi kacang kulit. Ups … ketemu lagi deh ….tapi jadi bertanya-tanya, kalau isi kacangnya lebih banyak, harusnya ngasih duitnya harus lebih banyak dong, jadi berapa dong ????
Tujuan berikutnya adalah SMAN 9 dan SMA Binaan Khusus (Binsus). Kabarnya ini adalah sekolahannya Dirly Idol. Sekolah ini cukup favorit, utamanya sih Binsus, karena anak-anaknya lumayan pinter-pinter. Eh ada yang beda dengan cara mereka manggil gurunya. Mereka memanggil dengan sebutan "Meneer". Londo banget seh hehehehe. Karena anak-anaknya cukup pinter dan kritis , maka pak Yeri, minta aku yg presentasi. Duh …. tantangan neh. Dan bener, aku diberondong banyak banget pertanyaan yang cukup kritis dan bikin kewalahan jawabnya juga. Puji Tuhan, semua masih bisa di handle dan pak Yeri kasih feed back yang baik. Syukurlah …….
Tapi ternyata belum selesai sampai disitu saja. Masih ada satu titik lagi, ke sport center ….huahhhhh dah pengen bobok di kasur yang empuk di hotel. Tapi demi tugas dan kerja kan buat Tuhan, jadinya harus tetap semangat, Berangkat !!!! Jadilah kami adalah team pertama yang berangkat dari hotel dan yang terakhir balik ke hotel ….Pas deh, sehingga ketika makan malam , melihat satu ikan emas goreng, tidak ada lagi alasan untuk menyia-nyiakannya …. serbu ….eitsss ….kan hari ini janjian ama bu Vita tuk cari sate babi. Akhirnya malam itu, gak cukup satu babak saja makannya, ada babak tambahan bersama bu Vita di hotel dengan menu sate babi dan pisang goreng cocol sambel … hem …. berkat Tuhan … jangan disia-siakan. Kapan mau dikit kurusan, San ?
Tapi kan hari ini sudah kerja keras, jadi boleh makan dong huehehehehe ….
—————– bunaken …. sayang tuk dilewatkan —————————————–