Catper 3 - Jangan Makan Jika Tidak Kerja

April 15th, 2008 by sandrabrail

Rabu, 27 Februari 2008

Hari ini, teamku (Aku, Dwiyono dan Andien) dapat jadwal pagi, karena pagi ini kami harus ketemu anak SDN 06 yang sedang olahraga. Andien pesan, model sekolahnya sih biasa saja, cuman anak walikota Manado, yang katanya mantan Kepala Satpol PP, sekolah disana. Dan agak susah masuk karena sering ada kejadian produk sample yg dibagi sudah mendekati kadaluarsa. Lah hal ini kan tidak berlaku di Pocari Sweat. Dan karena audiensnya anak SD, sudah otomatis yang presentasi adalah daku, spesialis presentasi di anak kecil, yah itung-itung ngajar Sekolah Minggu lagi.

Begitu sampai, ternyata "pasien" kami sudah olahraga. Mulai deh persiapan segala macamnya. Karena mereka duduk berbaris secara melebar, maka aku berteriak, " Dik, merapat duduknya". Dan tidak ada satupun yang bergerak, sampai aku ulang beberapa kali. Melihat aku yang kebingungan, guru olahraganya langsung bilang, " Mbak, mereka tidak mengerti merapat, itu kata kalau ada kapal di pelabuhan mau bersandar di dermaga". My God !!! Salah ambil kosakata neh, kemudian gurunya berteriak, " Anak-anak berdekatan , hayoo cepat!" Dan merekapun bergerak duduk saling berdekatan. Huahahahaha ….. belum mulai presentasi dah digojlok dulu sama mereka.

Usai presentasi, dapat berkat dari guru-gurunya, tapi biasa, tukar dengan kaleng Pocari juga sih ! Dapat dodol khas Manado, dibungkus dengan daun janur yang lebih lebar dan kuning keras daripada di Jawa. Rasanya mantap man ! Rasa coklatnya terasa sekali dan ada kenarinya. Suka deh … dan pengen lagi, karena kemarin cuman dikasih 3 bungkus dan dibagi 3 orang jadinya cuman dapat sebungkus hehehe. Daun janur disini selain dibuat membungkus dodol, juga dibuat bungkus nasi kuning. Nasi kuning nya tidak menggumpal, tapi cenderung " ampyar", masing-masing bulir nasi terpisah, dan ada yang khas yaitu lauknya ikan nyam nyam hehehe …..

Anak kecil dimana-mana sama saja, begitu kami berkemas-kemas hendak pulang, mereka berkerumun di dekat kami. Salah satunya mulai bercerita. Pernah ke Bandung dan tahu persis di mana pabrik Pocari yang di Sukabumi. Wah rupanya mulai tenar juga neh di Manado hehehe. Tujuan berikutnya adalah RS Kandau, tempatnya dekat Malalayang, tempat kami makan ikan kemarin. Dalam perjalanan, aku melihat di tiap titik lampu merah, bersih dari pengamen dan pengemis. Wah keren juga nih Manado, tidak seperti di Bandung, yang tiap titik lampu merah penuh dengan berbagai kaum papa yang menandakan kemiskinan dan kurang perhatiannya pemerintah. Andien kemudian cerita, bahwa di orang Manado pantang meminta-minta tanpa didahului dengan usaha atau kerja. Bila kita memberi uang kepada pengemis, mereka akan memberi kita sebungkus kecil kacang atau snack.

Tibalah kami di RS Kandau. Cukup besar juga, aku menduga besarnya hampir sama dengan RS Dr Soetomo di Surabaya. Mereka juga sedang dalam taraf renovasi juga. Untuk ruang VIP baru tampaknya. Segera kami menuju ke bagian UGD nya. Aku mendengar gosip kalau Andien agak trauma masuk UGD, karena itu aku ingin sekalian ngetest dan memberikan contoh ke Andien, bahwa UGD tidak menakutkan. Saat menunggu di ruang tunggu UGD, ada seorang bapak yg menuntun orang buta menuju ke arah kami duduk. Dengan pelan dan lirih , bapak tersebut berkata ke kami, " Jual kacang ". Aku yang sedang duduk dengan Dwiyono menunggu Andien, bingung, tapi refleks, Dwi ngasih uang gocap ke bapak tersebut. Begitu uang diterima, Dwiyono diberi sebungkus kecil kacang tanah goreng. Ampun deh …. baru saja diomongin Andien, kita langsung dapat pengalaman ketemu pengemis yang nawarin untuk beli kacang dulu sebagai kedok dia meminta-minta. Mungkin karena ada ayat di Alkitab yang mengatakan, jangan makan kalau tidak kerja, sehingga mereka mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan nawarin kacang dulu untuk meminta uang. Haleluya !

Kelar dari RS Kandau, kami makan siang dulu. Sesuai permintaan Dwiyono, yang tidak makan ikan lagi hehehe, akhirnya kami makan masakan Padang. Disini ketemu urap dan sambal goreng hati, jadi kangen rumah deh. Pada saat lagi enak-enak makan, ada seorang kakek yang nawarin satu bungkus kresek kecil berisi kacang kulit. Ups … ketemu lagi deh ….tapi jadi bertanya-tanya, kalau isi kacangnya lebih banyak, harusnya ngasih duitnya harus lebih banyak dong, jadi berapa dong ????

Tujuan berikutnya adalah SMAN 9 dan SMA Binaan Khusus (Binsus). Kabarnya ini adalah sekolahannya Dirly Idol. Sekolah ini cukup favorit, utamanya sih Binsus, karena anak-anaknya lumayan pinter-pinter. Eh ada yang beda dengan cara mereka manggil gurunya. Mereka  memanggil dengan sebutan "Meneer". Londo banget seh hehehehe. Karena anak-anaknya cukup pinter dan kritis , maka pak Yeri, minta aku yg presentasi. Duh …. tantangan neh. Dan bener, aku diberondong banyak banget pertanyaan yang cukup kritis dan bikin kewalahan jawabnya juga. Puji Tuhan, semua masih bisa di handle dan pak Yeri kasih feed back yang baik. Syukurlah …….

Tapi ternyata belum selesai sampai disitu saja. Masih ada satu titik lagi, ke sport center ….huahhhhh dah pengen bobok di kasur yang empuk di hotel. Tapi demi tugas dan kerja kan buat Tuhan, jadinya harus tetap semangat, Berangkat !!!! Jadilah kami adalah team pertama yang berangkat dari hotel dan yang terakhir balik ke hotel ….Pas deh, sehingga ketika makan malam , melihat satu ikan emas goreng, tidak ada lagi alasan untuk menyia-nyiakannya …. serbu ….eitsss ….kan hari ini janjian ama bu Vita tuk cari sate babi. Akhirnya malam itu, gak cukup satu babak saja makannya, ada babak tambahan bersama bu Vita di hotel dengan menu sate babi dan pisang goreng cocol sambel … hem …. berkat Tuhan … jangan disia-siakan. Kapan mau dikit kurusan, San ?

Tapi kan hari ini sudah kerja keras, jadi boleh makan dong huehehehehe ….

—————– bunaken …. sayang tuk dilewatkan —————————————–

Catper 2 - Torang Samua Basodara

March 23rd, 2008 by sandrabrail

Selasa, 26 Februari 2008
Payah, aku gak dengar alarm. Harusnya jam 05.00 WITA sudah bangun, ternyata bablas sampai jam 06.00 WITA. Langsung deh talenta sebagai pelompat jauh keluar. Capek benar nih badan. Seminggu sebelum ke Manado, menjadi panitia pernikahan sepupu di Jakarta, trus Adek Ratna seminggu di Bandung, lalu berangkat pukul 01.00. Lengkap sudah kecapaianku, tapi gak ada kata kompromi. Dah janjian jam 06.30 WITA dengan Andien dan kerja. Benar saja, Dwiyono sudah turun ke lobby dan SMS menanyakan keberadaanku.Pas jam 06.30 WITA, aku turun dan siap untuk berangkat ke lokasi pertama utk presentasi. Ternyata team pertama (Pak Ratno, Pak Yeri dan Syafrinur) sudah berangkat dan tinggal Dwiyono yang lagi menunggu di lobby.

Karena posisinya heboh dan gak focus, maka kami berdua salah informasi. Akhirnya kami berangkat tanpa sarapan yang cukup kenyang. Pokoknya bisa ganjel nih perut, biasanya juga gak pakai makan pagi kok hehehe. Kerjaan di Manado sama dengan apa yang selama ini kami lakukan. Yaitu mengadakan presentasi di sekolah, sport center dan rumah sakit.

Tujuan pertama kami adalah SMA St Aquino dan SMP St Rafael. Setelah sedikit berbincang dengan Kepsek SMA, yang mukanya Manado banget (lah iyalah kan emang di Manado) dan beberapa persiapan, kami segera ke kelas yang dituju. Wow, mulai deh berinteraksi dengan masyarakat kawanua. Harus pakai bahasa Indonesia yang benar supaya nyambung. Di sekolah ini muka-muka para siswa pribumi banget. Tampak agak coklat sawo matang.

Setelah beres di SMA St Aquino, kami bergegas ke SMP St Rafael, masih satu kompleks juga , jadi tidak terlalu jauh jalannya. Kami dapat 4 kelas, jadi harus berbagi antara aku , Dwiyono dan Andien. Karena aku mendapat giliran kedua, maka sempat mengamati bangku para siswa. Bangkunya panjang , dipakai berdua tanpa sandaran. Sama dengan bangku bila kita makan di Warteg. Apa mereka gak capai yah , gak ada sandarannya. Trus aku mulai memperhatikan hal lainnya, wah anak SMP ini lumayan kritis dengan pertanyaan2 nya, trus agak lebih putih dari kakak2 SMA nya hehehe …trus … yah ampun, ada yg tanya, apakah Pocari mengandung alkohol ? Wadow … soda aja gak ada. Hmmmm …. jadi ingat,kan masyarakat Manado emang suka pesta. Dan kata Andien, bir laku keras disini. Tapi menurut tetua disini, bukan doyan pesta tapi senang makan-makan. Segala peristiwa baik suka misalnya pernikahan sampai duka, selalu diakhiri dengan makan-makan.

Trus aku memperhatikan grafik prosentase agama di kelas itu. Cuman ada 3 jenis yaitu Kristen Protestan (yg tertinggi), Kristen Katholik dan Kristen Pantekosta. Namanya juga di Manado dan di sekolah Katholik. Ada seorang gadis kecil yang mengajakku berbincang. Rupanya dia pernah ke Jawa mengunjungi Jakarta, Bandung, Malang dan Surabaya, lah sama dong denganku yg dalam 3 tahun ini hidup diantara ke empat kota itu.

Kelar di sekolah, kami menuju RS Auri dekat bandara. Andien agak lupa tempat persisnya, untunglah tidak kelewatan. Cukup menarik ngobrol dengan Kepala Rumah Sakit disini, seorang dokter spesialis paru. Tiba-tiba, Pak Dokter nyeletuk bilang "nyambi". Lah, itu kan khasanah bahasa Jawa, setelah dilanjut, walah Pak Dokter ternyata wong Jowo. Asli Sepanjang Sidoarjo, dan baru 4 tahun di Manado. Pantes aja.

Selesai kegiatan hari ini. Karena perut lapar, kami bergegas ke daerah Malalayang. Agak jauh dari RS Auri, tapi karena kata Andien, ikan bakarnya enak dan gak seberapa mahal (FYI: rata-rata 1 porsi makanan disini 10-15 ribu sekali makan, cuci mobil 50 ribu …. ampun deh mahalnya).  Kali ini aku yang coba bawa Avanza, mobil dinas Andien. Emang cukup jauh sih, dan Angkot dimana-mana sama saja, jalan sembarangan. Mungkin mereka punya asosiasi dan SOP yang menyebutkan boleh jalan sembarangan kali yeee ……

Restorannya, pinggir laut,jadi bisa melihat Pulau Manado Tua. Dan karena kami datang dah dikit lewat jam makan, maka gak seberapa rame dan bisa memilih tempat duduk dekat jendela yang menghadap ke laut. Kata Andien, langsung pilih ikannya sendiri, ambil  nasi dan sayurnya juga swalayan. Dwiyono yang tiba-tiba jadi favorit dengan oseng kangkung, pakis dan bunga pepaya gantung, langsung ambil satu piring khusus untuk sayur. Aku masih tengak-tengok, mau makan ikan yang mana. Akhirnya ngambil sate ikan. Wah potongannya tebal banget. Dan karena merasa gak sanggup makan 1 porsi ( 2 tusuk sate ) , aku cuman ambil 1 saja setelah pelayannya mengiyakan. Sambelnya dabu-dabu ….puedes pooollllll …. untung ada kecap yang bisa dikit menetralisir. Namun menuai celaan dari Dwi, " Wong di Manado kok pake kecap sih mbak, koyok nang Jowo ae " Hehehehe …. bener-bener mantap pedasnya. Tapi ada yang kurang, yupe … ikan bakarnya gak ada, Andien langsung berburu ikan bakar dan menemukan kepala ikan yang cukup gede, sehingga kami putuskan, ambil satu biar dimakan rame-rame. Celakanya kepala ikan itu menurut Dwiyono, bau amis banget, mungkin teknik bakarnya abis dibakar setengah matang, dicelup lagi ke air laut trus dibakar kembali. Karena bau yang menyengat itu, Dwiyono jadi mual dan langsung bosen dan gak mau makan ikan.

Wait ……Baru hari ke 2  man, dan dia dah kalah taruhan, dah bosen makan ikan, piye toh iki ? Akhirnya Dwiyono ambil lagi oseng sayuran. Biar gak neg katanya hehehe.

Eh ada yang beda di sini. Kalau kita di restoran , kalau memanggil pelayannya dengan mbak atau mas. Di Manado … beda ! Manggil pelayannya dengan "Cowok" atau "Cewek" dengan nada suara mulai lemah, agak lembut sampai teriak. Busyet bah ! Jelas kita yang wong Jowo jadi merasa aneh, kikuk dan gak biasa manggil orang dengan cowok atau cewek. Agak susah dan agak sungkan manggil dengan cara begitu. Yah lain padang lain belalang, atau mungkin memang kata-kata cowok atau cewek berasal dari khasanah bahasa Manado ya …. perlu tanya pada Jus Badudu neh …. (hayo tau gak ?)

Habis makan, kita bertiga berencana membantu team yang lain yang ada kegiatan presentasi sore hari. Dari Malalayang, menuju ke pusat kota, melewati daerah yang namanya Wisata Bahari. Nah disini aku mau cerita soal kota Manado dulu deh. Kota Manado julukannya adalah Kota Tinutuan. Arti harafiahnya adalah campuran. Tetapi Tinutuan yang dimaksud disini adalah bubur Manado yang memang campuran dari berbagai macam bahan makanan misalnya jagung, ubi jalar, sayur kangkung dsb ….sampai bentuknya ora karu-karuan hehehe ….Disini berlaku dont judge bubur from the cover … kalau kena enaknya sekali saja, pasti ketagihan. Ada loh satu daerah kayak satu jalan gitu, disepanjang jalan pada jual bubur Manado. Jangan ditanya yg mana yg paling enak deh !

Tahun 2010, Manado menetapkan diri sebagai kota pariwisata dunia. Tentu saja mereka sedang menjual Bunaken nya. Jadi di kota Manado sekarang dalam tahap persiapan dan pembangunan gede-gedean menyambut 2010. Depan hotel Quality, ada mall baru, baru dikit banget yang buka, jadinya tampak sepi. Tapi diujung sebelah sana sepanjang boulevard sedang banyak dibangun gedung tinggi dan bangunan megah. Raksasa Giant juga sedang membangun salah satu outletnya disini. Jadi kalau mau ke Manado, tunggu sampai 2010 atau 2011 biar tidak terlalu mahal.

3B yang katanya harus dinikmati di Manado : Bubur Manado, Bunaken dan Bibir Manado, halah ! Yang terakhir yang bingung, kan 1/8 darahku juga dari Sangir Talaud, jadi gue sudah punya bibir Manado sendiri huahahahaha. Cewek Manado konon cantik2, tapi karena aku sendiri cewek, aku belum melihat yang istimewa sih. Tapi mereka mempunyai struktur tulang yang gede. Sehingga mungkin tidak terlalu gemuk, tapi karena balungnya gede, jadi keliatan sedikit montok. Kayaknya hal ini berlaku padaku juga. Padahal gak nambah berat badan banyak sih, tapi cepat jadi cubby nya …. duh .. ternyata dari turunan Kawanuanya kali yeeee ……

Satu tulisan yang banyak terdapat di depan gang, di halte, di sepanjang jalan adalah : Torang Samua Basodara. Artinya Kita Orang Adalah Saudara. Semangat inilah yang menjadikan Manado relatif aman , tanpa banyak pergolakan. Bila di sepanjang jalan terlihat gereja, di boulevard ada masjid yang cukup besar. Cuman aku gak sempat mengetahui apakah kalau sedang Adzan pakai speaker juga atau tidak. Menurut Syafrinur, dulunya orang asli Manado agak tidak yakin soal reklamasi pantai. Jadinya yang membangun masjid adalah pendatang. Dan benar, reklamasi pantai berhasil dan jadi boulevard yang ramai banget. Ada juga sih kampung Islam dan bagian kota yang terdapat vihara.

Omong-omong soal pendatang, ternyata banyak juga pendatang dari Jawa. Wong Jawa memang luar biasa banyaknya. Salah satu bukti adalah aku menemui paling tidak 3 depot Warung Lamongan yang jual segala macam penyetan. Juga ada Bakso cak Man Malang serta Batagor Bandung. Tapi mosok toh, jauh2 ke Manado makan penyetan lagi hehehe.

Balik lagi ke lokasi Wisata Bahari. Modelnya kompleks kantor, gudang, mall dan restoran di tepi laut dan kita diwajibkan berbelok ke kiri melewati Wisata Bahari itu. Bila melewati daerah itu tidak lebih dari 3 menit, maka bebas bayar. Begitu lewat 3 menit, pritttt bayar seribu rupiah. Begitu belok, pemandangan laut dan Pulau Manado Tua terhampar bebas tanpa penghalang. Yah, siapa yang gak nahan tuk bilang ke Andien, ayo foto ! Turun deh kita dari mobil, foto2 dan ambil pemandangan cantik di depan mata. Ketika lagi seru-serunya foto2 , aku memandang ke bukit. Ya ampun … ternyata ada salib gede di bukit Kasih. Sayang kamera digitalnya terbatas. Jadinya hasil fotonya kecil, salibnya agak gak kelihatan, hanya orang yang beriman saja yang dapat lihat salibnya hehehe. Di bukit Kasih selain salib gede, ada juga patung legenda Kawanua dan beberapa tempat ibadah.

Puas foto-foto, segera kita ke SMA Rex Mundy. Sekolah Katholik yang muridnya kurang lebih sama dengan komunitas anak sekolah Petra di Surabaya, jadi aku tidak merasa asing. Persis sama dengan anak Petra Sby atau Dempo/St Yusuf di Malang. Tiba-tiba aku mendengar kalimat " Iki tak mlebokno nang tasmu yoo" Glodak, iki nang Suroboyo atau di Manado ya ? Ternyata setelah diajak omong, si cewek itu bapaknya dari cijantung, ibunya dari surabaya. Pantas saja …..

Selepas menunaikan tugas di Rex Mundy, Andien berbisik. Mau lihat patung Yesus gede gak ? Kayak di Brasil …. Wow …. mau banget….Segera kita cabut dan meluncur ke Citraland. Ternyata memang patungnya gede banget. Sampai kita bingung gimana cara motret dan pose nya. Tangan pada patung Yesus bukan membentang seperti di Brasil tapi seperti memberkati. Lama kita disana, karena tempatnya cukup tinggi dan sejuk.

Akhirnya kembalilah kita ke Hotel Quality, hotel bintang tiga di Boulevard yang tidak punya tempat fitness dan kolam renang. Kalah dengan hotel Crown di Tasikmalaya, yang paling tidak masih punya kolam renang. Malam ini, menu dinner kami, ayam penyet khas Manado bukan Lamongan loh ya …. sesuai dengan permintaan Dwi yang tiba-tiba bosan dengan ikan. Sambal yang dikasih oleh resto ini sedikit, karena itu aku minta tambahan sambal. Ternyata walau sedikit, pedasnya minta ampun. Pantas dikasih cuman dikit, eh ada lalap buah nanas nya loh, jadi seger gitu deh.

Pas pulang kami melewati bangunan beberapa tingkat yang agak beda dengan lingkungan sekitarnya. Katanya sih gereja setan … ah siapa yang tahu, dan aku lagi malas membuktikannya.

–wuihhhhh panjang juga hari ke dua di Manado, diputus dulu yeee–

Catper 1 - Sejenak di Bumi Kawanua

March 22nd, 2008 by sandrabrail

Prolog
Hai guys …. beruntung sekali diriku ini, pada tgl 25-29 Februari 2008 yang lalu, berkesempatan mengunjungi ujung pulau Sulawesi. Ya,sejenak di Manado (bukan Menado, karena pernah kiriman kantor balik ke Jakarta, karena salah tulis hehehe). Ceritanya, kami ada program promosi selama seminggu disana. Dan kali ini aku berlima dengan Mr Yeri, Pak Ratno, Bu Vita, dan Dwiyono utk menemani Andien dan Syafrinur yang sudah menetap beberapa lama di Manado sebagai representative sales dan promosi. Maaf banget, catatan perjalanan (catper) nya agak telat ditulis, maklumlah, setelah pulang, kerjaan bertumpuk dan hampir saja kelupaan nulis, padahal dah janji cerita ke beberapa orang. Okay …. met membayangkan bersamaku di Manado juga ya ….

Senin, 25 Februari 2008
Jadwal pesawat GIA yang akan membawa kami terbang ke Manado, akan tinggal landas pukul 06.55 WIB. Artinya jam 6 pagi sudah harus di Cengkareng. Ada 2 pilihan sebenarnya, aku membawa APV ku ke Jakarta pada hari Minggu siang , menitipkannya di cabang Selatan dan menginap semalam di hotel dekat bandara. Atau berangkat pukul 02.00 dinihari dari Bandung dengan naik Primajasa/Cipaganti yang langsung menuju bandara Soekarno Hatta. Dengan mengingat, bila membawa APV , artinya ketika pulang tgl 29 nanti, begitu mendarat pukul 17.30, akan berjibaku dengan jalan tol dalam kota Jakarta yg macet abis, karena hari Jumat sore dan harus nyetir sendiri ke Bandung dengan kondisi daerah Cikampek pasti lagi rame banget. Duh ! Pilihan yg sulit, tapi karena aku tidak tahu juga apakah kondisi  ketika aku pulang capek atau nggak, maka aku putuskan gak bawa APV dan naik Primajasa saja dari Bandung Super Mall (BSM).

Karena takut ketiduran, maka hari Minggu malam, aku harus menyiapkan alarm. Baik alarm di handphone , jam meja bahkan sampai-sampai harus tidur ayam. Jam 12 lewat aku terbangun. Kaget juga sih dan sempat ngedumel juga … sialan, sama seperti maling neh, karena jam 1 pagi harus sudah keluar dari kos dan menuju ke BSM. Bandung dingin banget dan gerimis pula, jadi aku gak lupa bawa jaket tebal, jaket ekskimo favorit warna biru yang hangat banget. Sampai di BSM, busyet deh …. banyak nian yang pakai bus pagi karena pesawat mereka rata-rata jam 6 atau 7 pagi. Begitu bus siap, segera naik dan ambil posisi untuk tidur kembali, semoga bisa tidur, karena perjalanan masih jauh, harus naik pesawat 4 jam lagi. Dan ini tidak biasa bagiku. Yang pernah dijalani adalah naik pesawat dari Jakarta - Surabaya, Jakarta - Yogyakarta , Jakarta - Malang yang berkisar 1 jam lebih sedikit. Dan pramugari bilang, tidak ada perbedaan waktu antara Jakarta dan Surabaya/ Yogyakarta/ Malang. Jadi nambah pengalaman neh.

Saat melintasi Cikampek, bus melaju agak pelan, wah macet ! Pagi-pagi, belum jam 4 subuh, sudah macet seperti ini. Memang berat hidup dan tinggal di Jabotabek huehehehehe. Tapi untunglah agak macet, sehingga sampai bandara jam 5 pagi lebih sedikit. Paling nggak tidak terlalu lama menunggu boarding. Dan Jakarta pun gerimis. Sambil narik koper yang cukup gede, sengaja sih bawa koper gede, supaya bisa muat oleh-oleh dari Manado tanpa harus bawa tas kecil-kecil, masuk ke gate nya Garuda. Wah dah ada Dwi, lagi bengong kayak ayam mau dipotong, hehehe, dia ngantuk juga. Habis nitip tas ke Dwi, cari toilet dan cari ATM tuk transfer duit ke anak buah di Bandung karena ada tugas tambahan yang Senin juga harus diselesaikan. Pak Ratno juga sudah datang dan kita makan snack yang aku bawa dari Bandung, lumayan ganjel perut karena pagi banget dah jalan.

Lagi maem snack, Pak Pray dan Pak Dindin datang, 2 orang ini termasuk jajaran penting di Pocari. Mereka mau terbang ke Yogyakarta, mau ke Purwokerto. Mulai deh ngobrol macem-macem sambil menunggu team yang lain. Pesawat 06.55 ternyata harus transit dulu di Makassar, artinya team Pocari yg mau ke Makassar, satu pesawat dengan team yang hendak ke Manado.

Akhirnya team lengkap , kami boarding dan bergerak ke ruang tunggu. Agak telat sedikit, akhirnya petugas teriak-teriak untuk naik ke bus menuju pesawat. Dah 3 bulan gak naik pesawat. Dulu pas di Malang, hampir setiap bulan meeting ke Jakarta, artinya naik Garuda hampir tiap bulan. Sekarang karena di Bandung, kalau meeting harus nyetir sendiri ke Jakarta …. dah biasa jadi AKAP (antar kota antar propinsi) trus sekarang ditambah lagi jadi antar kota antar pulau hehehe.

Sebel, karena kami agak terlambat , maka tidak dapat duduk yg sejajar, dan aku tidak di samping jendela, waduh padahal lagi pengen motret dari udara neh, dan gak bisa liat laut atau hijaunya hutan. Yah udah, mungkin memang harus tidur, nikmati saja. Gak lama , pramugari mulai beredar, membagi sarapan pagi. Lumayan ada nasi ayam buat ganjelan besar nih perut. Setelah terbang sekitar 2 jam, sampai pula kami di Makassar. Dan pramugari mengatakan, waktu di Makassar , 1 jam lebih cepat daripada Jakarta, oh gitu toh , akhirnya tahu juga bedanya.

Takjub melihat bandara Hasanudin dari atas. Hijau banget dan pemandangannya indah banget. Karena terbiasa turun di Jakarta/Surabaya yang keliatan kota banget, maka ketika melihat barisan hijau, jadi takjub banget. Begitu pesawat landing, kami juga turun, transit 30 menit. Bandaranya lumayan juga, hampir sama dengan bandara Juanda sebelum pindah ke area yg baru. Trus banyak toko souvenir khas Toraja, tapi sayang, belum sempat cuci mata melihat-lihat, sudah dipanggil lagi tuk naik pesawat. Duh !

Baru saja meninggalkan Makassar, pramugari ngider lagi. Kali ini membawa nasi ikan kakap. Mulai deh suasana makanan khas ikan dibagikan. Gimana kalau di Manado yah ? Yah, namanya juga berkat, yah dimakan saja huehehehe. Yang duduk disampingku ternyata dah berganti orang. Rupanya orang agak penting di Manado, karena pramugari menyapa dan memberikan perhatian khusus. Aku mah cuek ajah. Perjalanan dari Makassar ke Manado, lumayan rendah, sehingga bisa melihat laut dan beberapa pulau kecil. Setelah 2 jam terbang, akhirnya tiba di bandara Sam Ratulangi. Ternyata sekarang lebih dari takjub, gila neh kota banyak banget pohon kelapanya, wah pasti indah dan pengen segera mencicipin klapertart asli dari Manado.

Puji Tuhan, sampai juga dengan selamat di Manado, Yerusalemnya Indonesia. Ternyata gerimis juga ….. benar-benar lagi diguyur nih Indonesia. Setelah ambil bagasi yang cukup banyak, karena kami membawa beberapa promo material, kami bergegas keluar bandara dimana Andien dan Syafrinur sudah menunggu. Kata mereka, ditunggu makan siang sama distributor, waduh, masih kenyang neh. Mampus gak loe !

Kami disambut 2 orang dari distributor Pocari di Manado, Pak Fence dan Pak Roni. Dan menu siang ini adalah ikan mas goreng/bakar dan sayur pakis yang dioseng dengan kangkung dan bunga pepaya gantung. Wah , sayurnya menarik neh. Tapi yang lebih menarik lagi, masin-masing orang dapat 1 ekor ikan mas yang segede lenganku. Mampus gak loe ? Kalau di Jawa, mungkin 1 ekor akan kita makan satu keluarga. Tapi ini 1 ikan = 1 orang. Ampun deh, kaya benar produksi ikan di sini. Sisik ikannya masih melekat, tidak dibuang, sehingga daging dan kulit terpisah, dan daging ikan jadi lembek, tidak gosong walau dibakar, karena api kena ke sisik ikan tersebut. Ampun-ampun deh makannya dan akhirnya habis juga dengan trik tidak banyak pakai nasi dan cepat makan tanpa jeda. Karena kalau ada jeda, pasti gak minat lagi hehehehe. Ngakunya suka ikan, tapi begitu dikasih banyak, bengong dan protes juga huehehehe.

Begitu selesai makan, kita jalan ke distributor. Mulai menikmati kota Manado. Bandara letaknya agak di luar kota, jadi agak lama menuju pusat kota. Mulai banyak melihat banyak sekali gereja. Dan jaraknya sangat berdekatan,seperti masjid di Jawa lah, yah namanya juga Yerusalem Indonesia. Agak panas ternyata Manado, karena dekat pantai kali yeee …..

Setelah koordinasi dan mempelajari jadwal buat besok, kami check in ke Quality Hotel di Boulevard. Hotelnya langsung menghadap laut. Kota Manado sudah tidak punya pantai lagi, sudah di reklamasi sehingga daratannya nambah, dan di pinggir daratan, hanya dibatasi dengan batu-batu karang dan langsung laut lepas. Dari kamar hotel bisa melihat pulau Manado Tua yang di dekatnya ada Bunaken, satu tempat yg menggoda untuk dikunjungi.

Setelah bagi-bagi jatah kamar, cepat-cepat naik dan langsung lompat ke tempat tidur yang empuk karena capeknya. Tapi gak bisa lama-lama istirahat, karena jam 19.30 WITA, harus segera turun untuk makan malam dan menunya serba sea food. Pas makan malam, kami bertaruh, hari keberapa pada bosan makan ikan. Aku bertaruh, paling hari Rabu/Kamis sudah jenuh …. hehehehehe …

Setelah dinner di tepi laut , yang tidak kelihatan apa-apa karena gelap banget, kami mampir sebentar di Manado Town Square. Konsepnya mirip Cilandak Town Square, tapi karena kami sudah capek, tidak lama jalan-jalan disana. Hanya beli buah dan air mineral saja. Besok hari yang panjang dan perlu menyiapkan tenaga untuk berjibaku dengan masyarakat kawanua ……

— nyambung di hari ke 2 yah , janji deh, segera nulisnya … ————-

Mewarnai Gajayana

September 10th, 2007 by sandrabrail

Buat cowok, nonton bola di stadion mungkin tidak terlalu heboh dan mengherankan, tapi buat aku yg notabene masih cewek, masuk ke stadion dan liat live sepak bola bisa jadi cerita yg heboh.

Benernya sih pernah masuk ke stadion, misalnya pas waktu kelas 3, ada kebaktian Paskah, dan kita mencari telur Paskah di Stadion Tambaksari. Tapi pas itu kan masih kecil banget, dan orientasinya cuman cari Telur Paskah, kalo gak salah sih nemu 3 butir.

Trus pernah juga ke Istora Jakarta, cuman ngantar sampling Pocari ke balap sepeda sich pas itu, bareng pak Mujadi - partner kerja di Pocari.

Yang heboh adalah ketika aku dipindah tugas ke Malang, dan kenal panitia Persema. Akhirnya kegiatan nonton bola menjadi salah satu pengalaman buat aku. Pertamanya nonton bola dalam rangka HUT Kota Malang, yg main penggede Pemkot dan TNI Polri. Pas masuk ke stadion celingak celinguk, gak tahu harus kemana, mana kontak personku, Mr Smith , gak ada di Stadion Gajayana lagi … trus hujan deres …. tapi akhirnya urusan sampling beres, dan aku bisa nonton bola.

Wuihhhh serius … lebih enak nonton di TV, karena orangnya keliatan gede2, kalau di stadion , orangnya jadi kecil banget dan gak ada replay hehehehe …. yah paling gak punya pengalaman nonton di stadion.

Eh tapi gak cukup sampai disitu, suatu kali Mr Smith nawarin, mau nonton Persema lawan PSMS Medan ? Wah tawaran yg menarik, akhirnya setelah merayu Hengky - rekan sales di Malang, kami ke Gajayana. Mayan dapat 5 tiket gratis book ! Walau duduk di VIP, tapi rame juga, dan karena kami telat, maka susah dapat duduknya. Tapi akhirnya ada juga. Trus kepikiran dan pengen ambil dokumentasi pemain dari dekat, alhasil ma Mr Smith aku diajak ke ruang ganti pemain dan liat dari tepi lapangan. Emang lebih asik seh, bisa liat orangnya lebih gedean daripada duduk sama2 penonton yg lain, tapi gak ada soul nya man ! Gak ada yg teriak2 heboh, akhirnya yah balik lagi ke tempat duduk asal setelah ambil foto yg mayan bagus buat laporan hehehehe …. tapi pas di bawah aku sempat juga liat crew Lativi yg lagi nyiarin live … wah asik loh kerjanya, banyak camera dan harus jeli ambil angle yg mana yg harus ditampilkan di TV. Dan mereka minum Pocari Sweat.

Pengalaman berikutnya pas Persema lawan Persebaya. Kali ini ngajak Debbi ama Eko, wuihhh mereka telat satu babak pertandingan. Jadinya gak liat babak pertama deh, untung ada Mr Smith yg nemenin, jadi gak bete nungguin mereka.

Trus kali ke empat, minggu lalu, ketika Persema lawan Persik, telat juga kami datangnya, kali ini bareng Hengky dan girl friend nya Anissa. Abis Mr Smith bilang jam 7 malam, eh ternyata jam 6.30 malam. Yah udah deh, eh Anissa juga mengalami degradasi penglihatan seperti aku pertama kali nonton di stadion. Bengong karena lapangan yg dilihat gede banget dan gak ada replay, jadi kalau gak ngikutin bisa ketinggalan permainan yg bagus.

Sejak nonton ke 3, aku pengen banget bisa membirukan Gayana dengan spanduk Pocari. Dan sudah pernah omong ma Mr Smith … dan akhirnya di pertandingan tgl 9 September 2007 kemarin, berhasil juga menenggerkan 3 spanduk Pocari dan bisa keliput di TV, bagus lagi, duh senengnya. Lega deh setelah semua yg diimpikan kejadian.

Makasih banget Mr SMITH ! Jadi gimana gitu ….

Dan terus terang ini impian yg agak terakhir untuk dilakukan di Malang … hmmmm saat-saat move dari Malang sudah semakin dekat. Berdendang dulu ahh ………

( Kau adalah darahku, kau adalah jantungku , kau adalah hidupku lengkapi diriku, oh sayang kau begitu …. sempurna )

Betapa Kita Tidak Bersyukur

June 13th, 2007 by sandrabrail

Hari ini, Rabu 13 Juni 2007, tumben2 banget Vera telp. Vera adalah adik dari salah satu sohibku. Selain tanya kabar sana sini, aku sempat juga menanyakan kabarnya. Karena menurut info yang aku dapat dari rumah, dia baru saja sakit. Ternyata yang menjadi sebab terbesar dari sakitnya Vera adalah karena beban kerja yang cukup melelahkan. Pulang kost jam 10 malam, trus harus nyuci baju dan bikin PR kantor, jadi baru jam 1 pagi-an bisa tidur. Dan harus bangun pagi lagi karena harus ngantor di Sunter. Sudah makan teratur dan minum banyak suplemen, tapi tetap keplar juga. Hmmmmm …… harga yang mahal untuk dibayar.

Jadi ingat juga beberapa saat lalu, pas ngantor di Jakarta, harus nyuci baju sendiri, kadang kegiatan sosialisasi juga kurang bisa dilaksanakan. Nah sekarang sudah bisa sedikit ngatur waktu. Bisa jogging di Rampal sore hari , masih bisa masak tuk keperluan pribadi dan bisa dikit ngatur waktu tuk rekreasi.

Yang pasti teman : jangan lupa jaga kondisi tubuh, pinter-pinter ngakalin biar bisa olahraga , maem teratur dan tidur teratur juga.

Kombet Rilis Minuman Berbahaya

November 17th, 2006 by sandrabrail

Rabu, 15 Nov 2006,
Kombet Rilis Minuman Berbahaya

JAKARTA - Hati-hati mengonsumsi minuman dalam kemasan. Terutama minuman berjenis isotonik. Zat pengawet yang ada dalam minuman kemasan itu sangat berbahaya. Salah satunya dapat menyebabkan penyakit sistemic lupus erythematosus (SLE) yang menyerang sistem kekebalan tubuh.

Komite Masyarakat Antibahan Pengawet (Kombet) kemarin merilis hasil risetnya terhadap 28 minuman dalam kemasan. Yang paling banyak diteliti adalah minuman isotonik. "Ternyata sebagian besar minuman dalam kemasan mengandung bahan pengawet yang membahayakan tubuh," kata Ketua Kombet Nova Kurniawan saat konferensi pers di Hotel Sari Pan Pasific kemarin.

Penelitian Kombet yang disupervisi Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Jakarta itu dilakukan di tiga laboratorium, yakni di Sucofindo Jakarta, M-Brio Bogor, dan Bio-Formaka Bogor. Ada dua zat pengawet yang dicari dalam minuman kemasan, yakni natrium benzoate dan kalium sorbet. Riset tersebut dilakukan 17 Oktober hingga 3 November 2006.

Hasilnya, minuman dalam kemasan diklasifikasi dalam empat kategori. Kategori pertama adalah produk yang tidak ditemukan bahan pengawet natrium benzoate dan kalium sorbat. Yakni, Pocari Sweat, Vita-Zone, NU Apple EC, Jus AFI, dan Sportion.

Kategori kedua, produk yang memakai pengawet natrium benzoat dan mencantumkannya di label kemasan. Minuman yang masuk kategori ini adalah Freezz Mix, Ize Pop, Nihau Orange Drink, Zhuka Sweat, Amazone, Kino Sweat, Arinda Sweat, Arinda Ice Coffee, Cafeta, Vzone, Pocap, Amico Sweat, Okky Jelly Drink, Deli Jus, dan Fruitsam.

Ada juga minuman yang mengandung dua pengawet, natrium benzoat dan kalium sorbat, tetapi hanya mencantumkan satu jenis pengawet. Yakni Mizone, Boy-zone, dan Zegar Isotonik. Yang paling parah adalah minuman yang mengandung pengawet, tapi tidak mencantumkannya dalam label kemasan. Minuman tersebut adalah Kopi Kap, Jolly Cool Drink, Zporto, Jungle Juice, Zestea, dan Mogu-mogu.

"Kategori ketiga dan keempat masuk dalam kategori pembohongan publik. Dirjen Pengawasan Obat dan Makanan Depkes harus bertindak tegas dan menarik produk tersebut dari pasar," kata Nova.

Kombet berencana melakukan class action terhadap BPOM karena mengeluarkan izin minuman berbahan pengawet yang membahayakan manusia. Produsen minuman juga dianggap melanggar Permenkes 722 Tahun 1988 tentang Bahan Tambahan Makanan. Juga UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, serta UU No 7 Tahun 1996 tentang Pangan. "Jalur hukum sedang disusun berkasnya," katanya.

Peneliti Lembaga Konsumen Jakarta (LKJ) Nurhasan yang ikut dalam konferensi pers kemarin mengatakan, perkembangan penyakit lupus meningkat tajam di Indonesia. "Tahun ini saja, di RS Hasan Sadikin Bandung sudah terdapat 350 orang yang terkena SLE (sistemic lupus erythematosus)," jelasnya.

Penyakit tersebut merupakan peradangan menahun yang menyerang berbagai bagian tubuh, terutama kulit, sendi, darah, dan ginjal. Hal itu disebabkan adanya gangguan autoimun dalam tubuh.

Sistem kekebalan tubuh seseorang yang seharusnya menjadi antibodi tidak berfungsi melindungi, tapi justru sebaliknya, menggerogoti tubuh sendiri. Gejalanya, kulit membengkak, kencing berdarah atau berbuih, gatal-gatal, dan sebagainya. "Penyakit ini menyebabkan kematian dan belum ada obatnya," terang Nurhasan.

Penyakit lain yang disebabkan bahan pengawet minuman dalam kemasan adalah kanker. "Karena itu, produsen minuman kemasan sebaiknya memperhatikan hak konsumen untuk sehat. Caranya dengan memperpendek masa kedaluwarsa atau menghilangkan sama sekali bahan pengawet dalam minuman kemasan," kata Nurhasan. (tom/fal)

http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=256676

De javu

October 17th, 2006 by sandrabrail

Pernah mengalami peristiwa yg seakan-akan kita pernah mengalaminya dulu banget dengan kondisi sama persis dengan apa yg menjadi ingatan itu ? Atau mengalami seperti sekilas mimpi menjadi kenyataan ?

Heran aja beberapa saat yg lalu sering banget dapat de javu, bukan karena bentar lagi film Denzel Washington yg judulunya De javu main di Indonesia, tapi bener suer, beberapa bulan ini sering banget dapat De javu.

Sampai saat ini sih aku anggap, de javu adalah suatu penglihatan yg diijinkan oleh Tuhan yg aku rasakan bisa lewat mimpi atau alam bawah sadarku, trus aku lupa, tapi pas mengalaminya lagi aku bisa melihat semua detail persis sama. Pas mengalami dejavu biasanya aku mengucap syukur untuk segala kondisi yg Tuhan ijinkan aku alami sampai saat itu, baik suka maupun duka.

Tapi dialog dengan salah seorang pendeta belum lama ini bilang, dejavu bukan penglihatan, tapi karena syaraf kita itu sangat banyak dan peka, maka ketika kita berada disatu tempat, rangsang dari lingkungan sekitar kita itu diterjemahkan oleh syaraf kita seakan-akan pernah mengalaminya. Jadi bukan penglihatan yg diberikan oleh Tuhan. Hmmm .. kayaknya harus banyak baca buku dan banyak diskusi dengan banyak orang neh.

Omong-omong soal dejavu, ingat juga soal mimpi. Ada seorang teman yg teriak ke aku dan bilang, " Hai Yusuf, berhentilah bermimpi!" Karena pernah aku bermimpi soal dia dan persis sama dengan apa yg dia alami hahahaha … kebetulan banget padahal gak janjian sebelumnya hahahaha !

Apa karena aku wanita, jadi perasaan trus insting jadi lebih peka, atau memang ada talenta lain di aku. waaaaaaaaaaaaaaaaa kok jadi serem gini

Cari saya di Google !

October 17th, 2006 by sandrabrail

Kemarin dapat pesan singkat dari teman yg sudah lama tidak ketemu, kalau tidak salah sudah 4 tahun tidak ketemu muka, tapi telp, YM dan email  kadang2 jalan. Pesannya : San, telp gue sebelum jam 3. Wah, aku baru sampai kantor jam 4-an, terang aja aku bingung. Dan konyolnya di HP ku gak ada nama tuh biang kerok. Akhirnya berbekal data dia kerja dimana, aku lacak tuh biang kerok.

Terpaksa manual ke 108 dulu, tanya Crowne Plaza no telpnya brapa yah ? Trus tanya bagian Club, eh ternyata dia di kantor pusat di Mayestik, untung dikasih no telp nya, trus pas telp disana, ternyata dah pulang ! Dan untung lagi karena dikasih no hpnya.

Ketika dah omong2 di telp, dia bilang, napa gak cari di google kan dataku ada disana ! Glodak ! Aku lagi gak di depan komputer berinternet nih bung ! Iya kalo dulu kerja di ISP, apa-apa klik sana sini tuk cari data. Tapi seru juga pelacakannya yah !

Trus iseng hari ini aku search namaku di google. Sandra Brail … pencarian pertama jelas dapat dari friendster. Trus dari komunitas internet dan kampus beberapa tahun lalu. Hmmm ….dah lama banget di bidang internet, jadi munculnya yah soal internet lah. Trus iseng cari Parcel Surabaya .. syukur deh www.kringkring.com masih ada di atas, tapi PR besar buat aku untuk memperbaharui kringkring.com

So .. kalo ada perlu, cari saya di Google yah hehehe

How Young Is Your Heart ?

October 17th, 2006 by sandrabrail

Heart = jantung = kardiovaskular

Mungkin benar apa kata orang, merasa sayang apabila sudah hilang atau akan hilang, atau baru menyadari kalau ada pengalaman. Begitu juga dengan yg namanya jantung, organ tubuh yg satu ini mempunyai banyak pengalaman bagiku. Sejak dulunya aku tahu, betapa penting jantung itu dan harus dijaga karena penyakit jantung atau saat "kumat" mendadak bisa menyebabkan kematian atau harus ada biaya besar untuk pengobatannya. Tapi yah beberapa tahun yang lalu masih saja cuek, jarang olahraga juga.

Tapi sejak meninggalnya Tante Elsye karena gagal jantung di Juli 2006, aku mulai terpikirkan. Paling tidak sudah ada 3 orang dari keluarga papa yg menderita jantung. Bukan mengharapkan yang buruk, tapi ada baiknya mulai menjaga dan disiplin dalam hidup. Menjaga asupan makanan dan mulai berolahraga jantung sehat.

Sungguh pengalaman yg susah dilupakan, saat 1 mingguan harus ke RS Jantung Harapan Kita Jkt. Mulai dari merasa pasti Tuhan menolong sampai saat kami semua hanya bisa pasrah dan menunggu mujizat atau jawaban dari Tuhan. Yang paling menyedihkan adalah ketika bantuan CPR tidak menghasilkan kemajuan, bahkan kami harus tunduk pada kehendak Tuhan. Sungguh pengalaman "jantungan" selama 1 minggu membawa dampak untuk kembali memahami makna hidup yang sesungguhnya dari Tuhan.

Dan herannya juga, beberapa kegiatan terakhir ini banyak yg berkenaan dengan jantung, mulai dari Seminar sampai Senam Jantung Sehat. Dari kegiatan World Heart Day - September 2006 lalu, paling tidak aku bisa belajar intropeksi seberapa "mudanya" sih jantung kita, karena kalau di umur kurang dari 70 tahun jantung kita ada masalah, itu artinya kita gak hargai hidup kita alias kacau bin balau. Jadi seberapa muda jantungmu sekarang ?  Ayo maknai hidup dengan jantung yg sehat !

Dibalik Office Building di Sudirman - Gatsu Jkt !

October 15th, 2006 by sandrabrail

Selama bulan puasa ini, team promosi Pocari Sweat, bukannya berkurang aktifitasnya, namun makin bertambah-tambah saja kerjaannya. Sesuai tema bulan ini yg intinya selalu mengingatkan untuk minum Pocari Sweat saat sahur dan buka puasa, maka kegiatan kami banyak sampling saat buka puasa. Selain untuk masjid dan rest area jalan toll, maka kami juga sampling di beberapa gedung perkantoran di Jakarta.

Asik juga jalan-jalan ke beberapa gedung elite di Sudirman dan Gatot Subroto, karena masing-masing gedung mempunyai karakteristik tersendiri, mulai dari desain luar gedung, lobby, interior, lift, loading dock sampai ke tenaga sekuriti yg dipajang di depan gedung. Beberapa kesan setelah sampling ke 20 gedung di Sudirman dan Gatsu adalah :
- Menara Batavia, gosipnya susah parkirnya, tapi ternyata tidak juga. Dan ketika masuk ke lobinya, wah keren juga, ada ornamen patung dan kolam di lobi yg cukup luas itu. Pas naik ke tenant, wah luar biasa lobinya, gayanya seperti di hotel dengan ornamen lampu dan cahaya lampu yg temaram. Top deh kalau mau ngantor disana !
- BRI II, akhirnya ketemu juga dengan gedung yg parkirnya susah, loading barangnya minta ampun. Harus ijin sana sini dulu dan ketat banget ! Kabarnya tenant aja susah tuk loading barangnya , hmm apalagi kami yg tamu, duh !
- Menara Mulia, dari area parkir ke lift barang, harus muter jauh, gileeeeeee …….mana lift nya manual juga ….sampai Mr Ratno bilang, gak lagi deh ke sini hehehe, tapi untunglah pas mau pulang ketemu obyek yg bagus tuk dijadikan background foto, ornamen kuning seperti pin B2W yg aku pakai, jadilah sebelum minggat dari sana jepret dulu ahhh!
- Bapindo / Mandiri Tower , sempat muter 2 kali karena kami ketakutan dgn parkirnya yg jauh, eh ternyata tidak juga. Tapi sempat sebel sama securiti yg ganjen … emangnya apaan !
- BEJ, ampun deh SCBD, mengapa kalian membuat gedung steril parkir terhadap tamu ? Masuk lobi pun harus yg berstiker, apa pula itu … yah mungkin tuk keamanan yah .. kan pernah di bom ! Akhirnya kami parkir di Bapindo dan jalan ke BEJ, mayan siang2 jalan kurang lebih 300 meter. Olahraga !
- Artha Graha, mohon maaf gak jadi sampling, karena lahan parkir nya gak ada dan harus parkir di Bengkel Cafe / EC maka kami memilih mundur teratur.
- Graha Niaga, awas loading areanya ada tanjakan dan turunan, kayak naik gunung aja, tapi securitinya bener2 profesional, tidak ada cengar cengir, senyum bahkan tidak ada komentar walau kami banyak membawa dus Pocari Sweat
- Mayapada, hmmmm gedung yg lobinya ada patung soal gravitasi, asik juga ada gedung yg mempunyai jiwa seni, kalau malam, luar gedung ini ada lampu warna-warninya, cumannnnnnnnn kami tidak bisa parkir !
- Mid Plaza I, wah gedung ini sangat menarik ! di Lobi diberi kesan bunyi air mengalir yang bikin teduh ! Seneng deh, apa di gedung Otsuka di Jepang spt itu juga, jadi pengen ke sana deh !
- Plasa DM, sekuritinya cuek banget, kalau di gedung lain diperiksa ini itu, harus ke depan ambil ID card, disini mah santai, cuek aja …. heran deh !
- Sampoerna Strategic Square, karena gedung ini sedang renovasi, maka kami loading bareng semen, kaca dsb. Akibatnya lama bangettttttttttt, akhirnya kami lewat lift orang dengan bawa 1 karton per orang !
- Deutsche Bank , eh tulisannya bener gak yah .. di lobi ada becaknya wong londo .. intinya bermimpilah setinggi mungkin dan wujudkanlah itu !

Rata-rata masuk ke gedung perkantoran tidak mudah, minimal ninggal ID dan harus mengikuti aturan harus masuk dan keluar dari mana. Tapi penerima sampling cukup menyenangkan dan bisa jadi new OL buat Pocari Sweat ! Semoga …. Jangan lupa sahur dan buka dengan Pocari Sweat yah !